MENDIDIK ANAK YANG SHALIH

 DASAR PENDIDIKAN

Mentaati perintah Allah tidak akan membuat sengsara, tidak akan  menjadikan anak-anak dan keluarga terlantar hidupnya. karena anak yang shalih dan shalihah hanya dapat terlahir dari keturunan dan lingkungan yang shalih juga, sekalipun selalu ada pengecualian dalam sesuatu hal. ibarat pepatah, "buah tidak akan jatuh dari pohonnya"

Salah satu contoh adalah keshalihan Nabi Ismail As, ketaatannya kepada Allah, patuhnya kepada Ayah dan Ibunya, tidak didapat dari bangku sekolah manapun termasuk kuliah, atau hasil dari asuhan adat istiadat budaya lokal; melainkan hasil dari ketaatannya kepada ajaran agama Allah

AL-QUR'AN SEBAGAI DASAR BIMBINGAN

Hal ini membuktikan bahwa ajaran agama mempunyai peranan penting dalam membangun masyarakat dan Negara. karena  jika manusia mengikuti dan menjalani kehidupan dunia berdasarkan petunjuk Allah, maka hidupnya akan selamat baik di dunia maupun di akhirat. dan jika hal ini dilaksanakan dengan baik, masing-masing masyarakat menjadi individu yang taat beragama, maka akan secara otomatis Negara akan kuat dan makmur karena akan turun Ridho dari Allah Ta'ala

Sejarah telah membuktikan, bahwasanya manusia tidak mampu untuk membuat aturan untuk mengatur tatanan kehidupan dan perilaku mereka sendiri. jauh dari Syariat yang telah Allah turunkan untuk mengatur kehidupan manusia, menuju manusia yang terhormat dan penuh martabat


لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Wahai manusia, Kami benar-benar telah menurunkan Al-Qur’an kepada kalian, sebuah kitab suci yang mengajarkan cara hidup mulia bagi kalian. Tidakkah kalian mau berfikir?” (Qs. Al-Anbiya [21]:10)

 

MENDIDIK ANAK YANG SHALIH

Salah satu contoh ketaatan dalam menjalankan Syariat adalah pelaksanaan Sunnah Aqiqah, dalam menyambut kelahiran bayi. tentunya kami dari Wahid Aqiqah sebagai penyedia jasa layanan aqiqah siap saji, selalu berupaya maksimal untuk terus menyempurnakan layanan dan senantiasa mendoakan, agar putra putri ayah bunda menjadi putra putri yang shalih, taat kepada Allah dan sayang kepada ayah bunda layaknya ketaatan Nabi Ismail.

aamiin ya robbal alaamiin

Tathoyyur | Aqiqah Jogja | 081390512085

Asal Muasal Bahasa Tathoyyur

         Tathoyyur mengandung arti beranggapan sial terhadap sesuatu. berasal dari kata burung, yaitu dimana dulu, orang arab jahiliyyah ketika hendak memutuskan untuk bepergian atau saffar, mereka selalu melihat kemana arah pergerakan burung yang ada terbang diudara. jika mereka melihat pergerakan burung tersebut ke kanan, maka mereka berkeyakinan bahwa itu pertanda baik, tetapi sebaliknya, jika mereka melihat pergerakan burung itu ke kiri, biasanya mereka akan menunda perjalannya, dikarenakan keyakinan akan datangnya musibah jika perjalanan tetap dilanjutkan

Aqiqah jogja, parenting
Tathoyyur - www.wahidaqiqah.com

Tathoyyur secara umum

        Namun Tathoyyur secara istilah adalah beranggapan sial karena adanya sesuatu. hal ini baik berupa waktu, benda, angka ataupun tempat tertentu meski hal itu secara nalar tidak saling terkait. 
misalnya, berkeyakinan akan mendapat kesialan ketika kejatuhan cicak, ayam peliharaan akan mati jika makanan tidak dihabiskan, atau merasa sedang dibicarakan orang jika mata kita terasa berdenyut, dan hal-hal lain yang tidak ada dasarnya sama sekali 


Merasa Sial dalam Pandangan Akidah

      Ketahuilah wahai bunda, sesungguhnya tathoyyur adalah perbuatan yang dapat merusak tauhid karena ia termasuk kesyirikan. 
Terdapat riwayat dari Ibnu Mas’ud rodhiallahu ‘anhu secara marfu’,


الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وماَ مِنَّا إلاَّ، وَلَكِنَّ اللّهض يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

“Tathoyyur adalah kesyirikan, tathoyyur adalah kesyirikan, dan tidak ada seorang pun dari kita kecuali (telah terjadi dalam dirinya sesuatu dari hal itu), akan tetapi Allah menghilangannya dengan tawakal.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menyatakan shahih dan menjadikan perkataan terakhir adalah dari perkataan Ibnu Mas’ud. Lihat Fathul Majid) [Sumber]


Ayah bunda tercinta, kesyirikan merupakan dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah hingga sang pelaku bertaubat atas kesalahannya. Lalu bagaimana lagi jika kesyirikan yang kita lakukan diikuti oleh anak cucu kita. Itu berarti kita menanggung dosa-dosa mereka (karena telah mengikuti bertathoyyur) dengan tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun. Na’udzubillah mindzalik. 

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa melakukan amal keburukan maka baginya dosa dan dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)


Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Sebaliknya manusia adalah jiwa yang lemah yang juga memiliki musuh-musuh yang akan selalu membisikan was-was dari arah depan, belakang, samping kiri dan kanan. 

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Dari Mu’awiyah bin Al Hakam bahwasannya ia berkata kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, ‘Di antara kami ada orang-orang yang bertathoyyur.’ Beliau menjawab, ‘Itu adalah sesuatu yang akan kalian temukan dalam diri kalian, akan tetapi janganlah engkau jadikan ia sebagai penghalang bagimu’.” (HR. Muslim)


Jauhkan Anak dari Tathoyyur

Ayah bunda, seperti yang kita tau, pendidikan tauhid sangat bearti dalam pembentukan karakter terhadap anak-anak kita. bayangkan jika selagi kecil kita mendidik mereka dengan tathoyyur ini, dan kemudian menjadi kepribadian hingga dewasa nanti

maka, selagi anak-anak kita masih kecil, maka jauhkanlah tathoyyur dari mindset mereka. hendaklah setiap anggota keluarga saling mengingatkan dan mengganti kalimat-kalimat tathoyyur dengan kalimat yang mendorong anak-anak kita untuk mengenal dan mencintai syariat Islam


maka, perkataan “La ba’sa thohurun insya Allah.” adalah kalimat yang akan kita ajarkan kepada anak-anak kita ketika mereka merasa kesakitan atau sedang menangis

Contoh lainnya, ketika ada yang bersin, tidak dikatakan, “Wah ada yang ngomongin tuh” atau perkataan-perkataan yang tidak berdasar lainnya.
 Tetapi jika yang bersin mengucapkan “Alhamdulillah”, maka jawablah dengan “Yarhamukallah” yang kemudian akan dijawab kembali oleh yang bersin dengan bacaan, “Yahdikumullah wa yushlih baalakum”.


Selain dari bacaan-bacaan yan sesuai syariat dan doa-doa Rasulullah dalam setiap peristiwa yang dialami oleh anak, dan didukung oleh keluarga lainnya, pembiasaan anak juga terpengaruh banyak dari kebiasaan kita sebagai orang tua

Semoga, anak-anak kita menjadi generasi tauhid yang tangguh, dan menjadi kebanggan kita di dunia dan akhirat nanti. semoga generasi kita adalah generasi pewaris syurga, aamiin ya robbal alaamiin