AQIQAH DAN TUNTUNAN SYARIAT DI DALAMNYA

 DASAR AQIQAH     

Aqiqah adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan bagi seorang muslim. Tidak hanya merupakan salah satu bentuk syukur atas dikarunia anak oleh Allah SWT, aqiqah juga sebagai bentuk kecintaan kita kepada Syariat dan bukti ketaatan kita kepada sunnah Rasulullah

Tidak hanya itu, banyak hikmah yang terkandung dalam pelaksanaan aqiqah. Selain meneladani Nabi Ibrahim, juga melindungi anak dari syaitan yang dapat mengganggunya. 

 

Dasar Aqiqah

SYARIAT DALAM AQIQAH

Ada banyak tuntunan Syariat yang terkandung dalam ibadah aqiqah. mulai dari syarat hewan yaitu batas umur hewan yang akan disembelih, penentuan hari aqiqah, hingga Sunnah-sunnah yang terkandung dalam proses penyembelihan hewan 

Hal yang patut disyukuri adalah sudah berkembangnya wawasan dan pengetahuan masyarakat akan  pentingnya ibadah aqiqah ini, serta banyaknya jasa layanan aqiqah yang siap membantu dalam pelaksanaan aqiqah masyarakat, dan insyaAllah hal ini menjadi salah satu tolak ukur akan datangnya kebangkitan Islam di negeri ini.

Baca Juga: Mentahnik Bayi


 AQIQAH SYAR'I

Wahid Aqiqah, adalah salah satu dari jasa layanan aqiqah siap saji yang berorientasi terhadap edukasi syariat yang terkandung dalam ibadah aqiqah ini. selain membuka layanan konsultasi gratis terkait informasi tentang aqiqah lewat wa.me/+6281390512085 , Ayah bunda juga bisa langsung datang ke kantor pusat yang berada di Jalan Monjali, Yogyakarta 

Dengan komitmen untuk TIDAK MENYEMBELIH CEMPE, Ayah bunda yang bisa hadir saat penyembelihan hewan, atau bahkan jika tidak sempat menyaksikanpun ada dokumentasi lengkap dari setiap prosesi yang ada, kulit hewan yang di infaqkan yang diharapkan menjadi keberkahan bagi ayah bunda adalah beberapa add value yang ditawarkan kami

Tidak hanya Syariat yang kami orientasikan dalam layanan, tetapi juga dalam perihal produk masakan, baik secara rasa yang enak, sehat dan tampilan yang menarik siap tersaji untuk ayah bunda. 

Dari masakan yang sehat non MSG, tetapi citarasa tetap terjamin enak, serta jaminan ketahanan masakan yang lama sampai 12 jam dari pengantaran, ayah bunda bisa mengikuti testimoni dari beberapa customer tentang citarasa masakan di Instagram wahid aqiqah yaitu @testimoni.aqiqah 

Dalam segi tampilan, selain kemasan yang rapi, isi masakan yang banyak, wahid aqiqah juga menyediakan lembar doa berwarna yang bisa berisi foto dari dedek bayi ayah bunda, serta buku risalah yang berisi edukasi tentang syariat-syariat aqiqah, diharapkan setiap orang yang mendapatkan hantaran nasi box yang ayah bunda kirim juga mendapat pengetahuan aqiqah secara syar'i

Dan fasilitas lainnya sebagai pelengkap ibadah ini, ayah bunda akan mendapatkan layanan gratis untuk potong rambut dedek bayi, atau dapat menggantinya dengan ustad penceramah jika ayah bunda hendak menyelenggarakan acara pengajian di rumah

Dan yang terakhir adalah KETEPATAN WAKTU PENGANTARAN. InsyaAllah hal ini juga menjadi orientasi kami, dan setelahnya adalah fasilitas gratis antar. dengan jaminan pada saat acara, diharapkan ada ketenangan dari ayah bunda saat melaksanakan rangkaian acara aqiqah teruntuk putra/i tercintanya

 Baca Juga: Panduan menyambut Kelahiran Bayi
Aqiqah Syar'i

IKHTIAR MEMOHON ANAK SHALEH

Senantiasa doa yang kami panjatkan, semoga ayah bunda di karuniakan putra/i yang shalih/hah, menjadi penghafal Al-Qur'an, Senantiasa diberikan kesehatan, menjadi mujahid/ah pembela Islam dan menjadi kebanggaan keluarga di dunia dan akhirat

semoga kecintaan ayah bunda akan Syariat dan kepatuhan akan sunnah Rasulullah dengan menjalankan aqiqah ini mendapat balasan dengan sebaik-baik balasan, yaitu berkumpul dan dipertemukan kembali dengan keluarga di Syurganya Allah kelak. Aamiin ya robbal alaamiin

 

 

Baca Juga Artikel Kami yang Lain:

 

Sunnah dalam Penyembelihan | Aqiqah Jogja | 081390512085

Tuntunan Penyembelihan Hewan


Ada beberapa tuntunan yang telah Rasulullah berikan dalam syariat penyembelihan. dari syarat hewan yang akan disembelih, orang yang menyembelih, serta tatacara dan petunjuk tekhnis dalam hal penyembelihan itu sendiri


aqiqah jogja
Sunnah Penyembelihan -  www.wahidaqiqah.com

SYARAT ORANG YANG AKAN MENYEMBELIH

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan tentang masalah halal dan haram. karena begitu urgentnya masalah ini, tentulah menjadi pokok juga dalam setiap bahasan tentang halal dan haram


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
كل لحم نبت من سحت فالنار أولى به

 Setiap Daging yang Tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih berhak baginya.(HR. Thabrani).
Selain dari tekhnik menyembelih, kredibilitas dari penyembelih juga menjadi sorotan utama syariat, dengan kualifikasi berikut ini:

1.Berakal

baik laki-laki maupun perempuan, sudah baligh atau belum baligh asalkan sudah tamyiz. Sehingga dari sini, tidak sah penyembelihan yang dilakukan oleh orang gila dan anak kecil yang belum tamyiz. Begitu pula orang yang mabuk, sembelihannya juga tidak sah.



2.Muslim atau Ahli Kitab

 Oleh karena itu, tidak halal hasil sembelihan dari seorang penyembah berhala dan orang Majusi sebagaimana hal ini telah disepakati oleh para ulama. Karena selain muslim dan ahli kitab tidak murni mengucapkan nama Allah ketika menyembelih.
Sedangkan ahlul kitab masih dihalalkan sembelihan mereka karena Allah Ta’ala berfirman,
وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ
Makanan (sembelihan) ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka.” (QS. Al Ma-idah: 5).

 Makna makanan ahlul kitab di sini adalah sembelihan mereka, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, Abu Umamah, Mujahid, Sa’id bin Jubair, ‘Ikrimah, ‘Atho’, Al Hasan Al Bashri, Makhul, Ibrahim An Nakho’i, As Sudi, dan Maqotil bin Hayyan.
Namun yang mesti diperhatikan di sini, sembelihan ahul kitab bisa halal selama diketahui kalau mereka tidak menyebut nama selain Allah. Jika diketahui mereka menyebut nama selain Allah ketika menyembelih, semisal mereka menyembelih atas nama Isa Al Masih, ‘Udzair atau berhala, maka pada saat ini sembelihan mereka menjadi tidak halal 

hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.(QS. Al Ma-idah: 3)

aqiqah jogja
Sunnah Penyembelihan - www.wahidaqiqah.com

SYARAT ALAT UNTUK MENYEMBELIH


Selain kriteria penyembelih, hal selanjutnya adalah alat apa saja yang boleh dipakai dalam menyembelih? Ada dua syarat yang mesti dipenuhi yaitu:

1.Menggunakan Alat Pemotong

Alat pemotong in ibaik dari besi atau selainnya, baik tajam atau tumpul asalkan bisa memotong. Karena maksud dari menyembelih adalah memotong urat leher, kerongkongan, saluran pernafasan dan saluran darah.
berikut adalah keterangannya:
A. Empat Saluran
Ketika seeokor hewan disembelih, sesungguhnya ada empat bagian leher yang harus atau tidak harus diputuskan, dimana hal itu menjadi perselisihan para ulama atas sahnya penyembelihan itu. Keempatnya adalah hulqum (حلقوم), mari' (مرئ), dan dua wadaj (ودجان).
Selain tulang, daging dan darah, kalau kita teliti lebih dalam, di dalam leher hewan ada tiga macam saluran yang menghubungkan kepala dan badan.
Ketiga jenis saluran itu adalah saluran udara untuk bernafas, saluran untuk jalannya makanan atau minuman, dan saluran untuk lewatnya darah dari dan ke kepala.
1. Hulqum
Hulqum (حلقوم) adalah saluran tempat lewatnya udara ke paru-paru. Disebut juga saluran pernafasan (مجرى النفس), atau kita biasanya menyebutnya tenggorokan. Dan dalam bahasa Inggris disebut throat.
2. Mari'

Mari'
 (مرئ) adalah saluran tempat lewatnya makanan dan minuman (مجرى الطعام والشراب). Dalam kitab-kitab fiqih terkadang mari' juga disebut dengan istilah lain, yaitu bul'um (بُلْعُوم).
Kita biasa menyebutnya kerongkongan. Dan dalam bahasa Inggris disebut eshopagus.
3. Dua Wadaj
Dua wadaj (ودجان) adalah sepasang saluran tempat lewatnya darah. Saluran yang pertama dari tubuh ke arah jantung, dan satunya saluran lewatnya dari dari jantung ke tubuh.
Dalam ilmu biologi kita sering menyebut dua saluran darah ini sebagai vena dan arteri. Vena adalah saluran darah dari tubuh ke jantung, sedangkan arteri asalah saluran dari jantung ke seluruh tubuh.
Secara teknis, aliran darah dari jantung yang melewati arteri lebih kuat karena dipompa langsung dari jantung. Sedangkan darah yang lewat vena lebih lemah tekanannya.
Secara fisik, bentuk keduanya berupa dua urat tebal yang meliputi tenggorokan (بالعنق العرقان الغليظان المحيطان).[SUMBER]

2. Tidak Menggunakan tulang dan kuku

Dalilnya adalah hadits Rofi’ bin Khodij,
مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ ، فَكُلُوهُ ، لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ ، وَسَأُحَدِّثُكُمْ عَنْ ذَلِكَ ، أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ
“Segala sesuatu yang mengalirkan darah dan disebut nama Allah ketika menyembelihnya, silakan kalian makan, asalkan yang digunakan bukanlah gigi dan kuku. Aku akan memberitahukan pada kalian mengapa hal ini dilarang. Adapun gigi, ia termasuk tulang. Sedangkan kuku adalah alat penyembelihan yang dipakai penduduk Habasyah (sekarang bernama Ethiopia).”

ADAB DALAM PENYEMBELIHAN


Berbuat ihsan (berbuat baik terhadap hewan)
Dari Syadad bin Aus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Sesungguhnya Allah memerintahkan agar berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih.
Di antara bentuk berbuat ihsan adalah tidak menampakkan pisau atau menajamkan pisau di hadapan hewan yang akan disembelih. Dari Ibnu ’Abbas radhiyallaahu ’anhuma, ia berkata,
أَتُرِيْدُ أَنْ تَمِيْتَهَا مَوْتَات هَلاَ حَدَدْتَ شَفْرَتَكَ قَبْلَ أَنْ تَضْجَعَهَا
”Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengamati seseorang yang meletakkan kakinya di atas pipi (sisi) kambing dalam keadaan ia mengasah pisaunya, sedangkan kambing itu memandang kepadanya. Lantas Nabi berkata, “Apakah sebelum ini kamu hendak mematikannya dengan beberapa kali kematian?! Hendaklah pisaumu sudah diasah sebelum engkau membaringkannya.

Membaringkan hewan di sisi sebelah kiri, memegang pisau dengan tangan kanan dan menahan kepala hewan ketika menyembelih
Membaringkan hewan termasuk perlakuan terbaik pada hewan dan disepakati oleh para ulama. Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah RA.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِى سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِى سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِى سَوَادٍ فَأُتِىَ بِهِ لِيُضَحِّىَ بِهِ فَقَالَ لَهَا « يَا عَائِشَةُ هَلُمِّى الْمُدْيَةَ ».ثُمَّ قَالَ « اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ ». فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ « بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ». ثُمَّ ضَحَّى بِهِ.
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminta diambilkan seekor kambing kibasy. Beliau berjalan dan berdiri serta melepas pandangannya di tengah orang banyak. 
Kemudian beliau dibawakan seekor kambing kibasy untuk beliau buat qurban. Beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, bawakan kepadaku pisau”. 
Beliau melanjutkan, “Asahlah pisau itu dengan batu”. ‘Aisyah pun mengasahnya. 
Lalu beliau membaringkan kambing itu, kemudian beliau bersiap menyembelihnya, lalu mengucapkan, “Bismillah. Ya Allah, terimalah qurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad”. Kemudian beliau menyembelihnya.

An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Hadits ini menunjukkan dianjurkannya membaringkan kambing ketika akan disembelih dan tidak boleh disembelih dalam keadaan kambing berdiri atau berlutut, tetapi yang tepat adalah dalam keadaan berbaring. Cara seperti ini adalah perlakuan terbaik bagi kambing tersebut. Hadits-hadits yang ada pun menuntunkan demikian. Juga hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Juga berdasarkan kesepakatan ulama dan yang sering dipraktekan kaum muslimin bahwa hewan yang akan disembelih dibaringkan di sisi kirinya. Cara ini lebih mudah bagi orang yang akan menyembelih dalam mengambil pisau dengan tangan kanan dan menahan kepala hewan dengan tangan kiri.”

Menginjakkan kaki di pangkal leher hewan
aqiqah jogja
Sunnah Penyembelihan - www.wahidaqiqah.com
Anas berkata,
ضَحَّى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ ، فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّى وَيُكَبِّرُ ، فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ .
“Nabi shallallaahu ’alaihi wa sallam berqurban dengan dua ekor kambing kibasy putih. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher dua kambing itu. Lalu beliau membaca basmalah dan takbir, kemudian beliau menyembelih keduanya.”
Ibnu Hajar memberi keterangan, “Dianjurkan meletakkan kaki di sisi kanan hewan qurban. Para ulama telah sepakat bahwa membaringkan hewan tadi adalah pada sisi kirinya. Lalu kaki si penyembelih diletakkan di sisi kanan agar mudah untuk  menyembelih dan mudah mengambil pisau dengan tangan kanan. Begitu pula seperti ini akan semakin mudah memegang kepala hewan tadi dengan tangan kiri.”

Dianjurkan Menghadapkan hewan ke arah kiblat
Dari Nafi’,
أَنَّ اِبْنَ عُمَرَ كَانَ يَكْرَهُ أَنْ يَأْكُلَ ذَبِيْحَةَ ذَبْحِهِ لِغَيْرِ القِبْلَةِ.
Sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging hewan yang disembelih dengan tidak menghadap kiblat.” Syaikh Abu Malik menjelaskan bahwa menghadapkan hewan ke arah kiblat bukanlah syarat dalam penyembelihan. Jika memang hal ini adalah syarat, tentu Allah akan menjelaskannya. Namun hal ini hanyalah mustahab (dianjurkan).

Mengucapkan tasmiyah (basmalah) dan takbir
Ketika akan menyembelih disyari’atkan membaca “Bismillaahi wallaahu akbar“, sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik di atas. Untuk bacaan bismillah (tidak perlu ditambahi Ar Rahman dan Ar Rahiim) hukumnya wajib sebagaimana telah dijelaskan di muka. Adapun bacaan takbir – Allahu akbar – para ulama sepakat kalau hukum membaca takbir ketika menyembelih ini adalah sunnah dan bukan wajib.

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al An’am: 121)

Demikian tuntunan penyembelih yang telah dicontohkan Rasulullah. InsyaAllah kami sebagai tim wahid aqiqah jogja, selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik teruntuk ayah bunda. 
begitupun dalam proses pemotongan, ayah bunda bisa memnyembelih sendiri hewan sembelihannya, atau kita sembelihkan, tentunya dengan tuntunan yang tellah kita bahas di artikel ini
semoga Allah mampukan selalu memberikan kemudahan kita dalam urusan dunia dan akhirat. aamiin ya robbal alaamiin



Hikmah Aqiqah | Aqiqah jogja | 081390512085

Hikmah dan Manfaat Aqiqah




|Ayah bunda,  ternyata banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari aqiqah yang kita laksanakan, tentunya selain bukti cinta kita kepada Allah dan RasulNya

Apa saja Hikmah Aqiqah yang bisa kita dapatkan, berikut uraiannya;


1.        Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam hal meneladani Nabiyyullah Ibrahim AS tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS


       Sebagai umat beragama, salah satu tujuan kita adalah diberikannya karunia dari Allah sebagai salah satu pewaris syurga. dan kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW telah dijanjikan untuk masuk syurga, kecuali yang enggan karena tidak mau melaksanakan sunnahnya

      semoga, dengan kita melaksanaan aqiqah ini, kita termasuk menjadi bagian umat yang beruntung, mendapatkan syafaat dari Rasulullah dan menjadi umat yang dijanjkan syurga, aamiin




. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ummatku akan masuk Surga, kecuali yang enggan.” Mereka (para Shahabat) bertanya: “Siapa yang enggan itu?” Jawab beliau: “Barangsiapa yang mentaatiku pasti masuk Surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.”

2.       Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan daripada kotoran dan juga syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, 


     Dari Sulaiman ibn Amir Adh Dhaby radluyallahu Anhu berkata: Rasulullah saw bersabda: “anak yang baru lahir hendaknya diaqiqahi, alirkanlah darah (sembelihlah kambing) dan hilangkanlah kotoran serta penyakit yang menyertai anak tersebut (cukurlah rambutnya).”
     (H.R. Bukhori dalam shahihnya secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad) dan Thahawi menilai hadits itu sebagai hadits maushul. Hadits itu juga diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi)



      dari hadist diatas menunjukkan manfaat dan tujuan dari aqiqah, selain melindungi nya secara fisik, yaitu menghilangkan kotoran dan penyakit yang menempel dengan mencukur rambut bayi yang di aqiqahi, dimana hal ini adalah salah satu Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah,  aqiqah juga berfungsi untuk melindungi  dari gangguan syaithan yang ada
       
       dan ini sesuai dengan makna dari hadits, yang artinya: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.” . 

       Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah akan lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. 
      
       Hal ini yang dimaksud oleh Al Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah  “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya”.


aqiqah jogja
Hikmah Aqiqah - www.wahidaqiqah.com

3.       Aqiqah juga merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak di hari perhitungan.


ada beberapa ulama yang berbeda pendapat mengenai hal ini (mendapatkan syafaat) dikarenakan telah mengaqiqahkan anak kita, pendapat tersebut antara lain:


A. syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. 

     Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.
Pendapat ini diriwayatkan dari Atha al-Khurasani – ulama tabi’in – dan Imam Ahmad. Al-Khithabi menyebutkan keterangan Imam Ahmad.
قال أحمد : هذا في الشفاعة يريد أنه إن لم يعق عنه فمات طفلاً لم يُشفع في والديه
Menurut Imam Ahmad, hadis ini berbicara mengenai syafaat. Yang beliau maksudkan, bahwa ketika anak tidak diaqiqahi, kemudian dia meninggal masih bayi, tidak bisa memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya. (Ma’alim as-Sunan, 4/285)
Semetara keterangan dari Atha’ al-Khurasani diriwayatkan al-Baihaqi dari jalur Yahya bin Hamzah, bahwa beliau pernah bertanya kepada Atha’, tentang makna ‘Anak tergadaikan dengan aqiqahnya.’ Jawab Atha’,
يحرم شفاعة ولده
“Dia (ortu) tidak bisa mendapatkan syafaat anaknya.” (Sunan al-Kubro, al-Baihaqi, 9/299). SUMBER
B. Orang yang tergadai adalah orang yang tertahan, kemungkinan disebabkan oleh perbuatannya sendiri atau perbuatan orang lain

Adapun orang yang tidak memohonkan syafa’at untuk orang lain tidak disebut ‘tergadai’ sama sekali. Bahkan orang yang tergadai adalah orang yang tertahan dari urusan yang akan dia raih, namun hal itu tidak harus terjadi dengan sebab darinya, bahkan hal itu terjadi terkadang disebabkan oleh perbuatannya sendiri atau perbuatan orang lain. 
Dan Allah Azza wa Jalla telah menjadikan aqiqah terhadap anak sebagai sebab pembebasan gadainya dari setan yang telah berusaha mengganggunya semenjak kelahirannya ke dunia dengan mencubit pinggangnya. 
Maka aqiqah menjadi tebusan dan pembebas si anak dari tahanan setan terhadapnya, dari pemenjaraan setan di dalam tawanannya, dari halangan setan terhadapnya untuk meraih kebaikan-kebaikan akhiratnya yang merupakan tempat kembalinya. 
Maka seolah-olah si anak ditahan karena setan menyembelihnya (memenjarakannya) dengan pisau (senjata) yang telah disiapkan setan untuk para pengikutnya dan para walinya.
Setan telah bersumpah kepada Rabbnya bahwa dia akan menghancurkan keturunan Adam kecuali sedikit di antara mereka. Maka setan selalu berada di tempat pengintaian terhadap si anak yang dilahirkan itu semenjak keluar di dunia. Sewaktu si anak lahir, musuhnya (setan) bersegera mendatanginya dan menggabungkannya kepadanya, berusaha menjadikannya dalam genggamannya dan pemahamannya serta dijadikan rombongan pengikut dan tentaranya.
Setan sangat bersemangat melakukan ini. Dan mayoritas anak-anak yang dilahirkan termasuk dari bagian dan tentara setan. Sehingga si anak berada dalam gadai ini. Maka Allah Azza wa Jalla mensyariatkan bagi kedua orang tuanya untuk melepaskan gadainya dengan sembelihan yang menjadi tebusannya. Jika orang tua belum menyembelih untuknya, si anak masih tergadai dengannya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
اَلْغُلاَمُ مُرْنَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ، فَأَرِيْقُوْا عَنْهُ الدَّمَ وَأَمِيطُواعَنْهُ الأَذَى
Seorang bayi tergadai dengan aqiqahnya, maka alirkan darah (sembelihan aqiqah) untuknya dan singkirkan kotoran (cukurlah rambutnya) darinya.
Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mengalirkan darah (menyembelih aqiqah) untuknya (si anak) yang membebaskannya dari gadai, 
jika gadai itu berkaitan dengan kedua orang tua, niscaya beliau bersabda :’Maka alirkan darah untuk kamu agar syafa’at anak-anak kamu sampai kepada kamu’. 
Ketika kita diperintahkan dengan menghilangkan kotoran yang nampak darinya (si anak dengan mencukur rambutnya) dan dengan mengalirkan darah yang meghilangkan kotoran batin dengan tergadainya si anak, maka diketahui bahwa itu untuk membebaskan anak dari kotoran batin dan lahir. [SUMBER]
Allah Azza wa Jalla lebih mengetahui maksud-Nya dan maksud Rasul-Nya’.

4.      Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) dan cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang telah dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.




Ibnul Qayyim:

الشكر ظهور أثر نعمة الله على لسان عبده: ثناء واعترافا، وعلى قلبه شهودا ومحبة، وعلى جوارحه انقيادا وطاعة

“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).

Anak adalah Asset. dimana menjadi tambang emas bagi kita seorang muslim, baik semasa kita hidup di dunia maupun nanti di akhirat. 
       Jika kita mendidik mereka dengan baik, dan mereka menjadi anak yang shalih/ah, yang hal ini pernah kita bahas dalam bab Parenting Nabawiyyah, tentunya mereka akan memuliakan kita di dunia, karena ketaatan mereka akan agamanya
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil” [Al-Isra : 24]
begitupun jika kita telah meninggal, anak yang shalih adalah sebagai ladang pahala yang akan terus menerus mengalir kepada kita orang tuanya
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ ﺃَﻭْ ﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim: 1631).
       maka dengan bentuk syukur kita atas kelahiran anak kita, dengan melaksanakan aqiqah, semoga Allah bentangkan lagi rahmatNya, dan menambahkan setiap kenikmatan kita di dunia dan juga di akhirat nanti
aqiqah jogja
Hikmah Aqiqah - www.wahidaqiqah.com


وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim: 7).

5.       Aqiqah juga sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

                  Pelaksanaan aqiqah juga menjadi syiar kita kepada masyarakat, dimana dengannya menunjukkan kecintaan kita kepada agama ini, gembira dengan Syariat Islam.
      dimana jika kemudian kegembiraan ini ditularkan kepada masyarakat sehingga masyarakat pun ikut mencintainya, tentunya ini menjadi bagian dari amal shalih kita

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

       Hal yang selain dari perwujudan kegembiraan kita akan syariat aqiqah ini adalah kegembiraan kita akan bertambahnya keturunan mukmin yang tentunya akan memperbanyak umat Rasulullah SAW, dimana hal ini akan menjadikan bahagia Rasulullah ketika melihat banyaknya umatnya

Dan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاشِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ
“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar]

6.      Aqiqah memperkuat dan mempererat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.


             Dengan melaksanakan aqiqah, dimana masakannya di bagi ke masyarakat, secara tak langsung akan menautkan hati serta memperkokoh persatuan dalam masyarakat itu sendiri
rasa persaudaraan akan terjalin dengan sendirinya, dimana antar masyarakat saling berempati dengan kebahagiaan dari anak yang baru dilahirkan oleh shohibul aqiqah

hal ini sesuai dengan firman Allah SWT

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Ali Imrân/3:103]
aqiqah jogja
Hikmah Aqiqah - www.wahidaqiqah.com

Hikmah dalam pelaksanaan aqiqah yang begitu luas dan banyak manfaat ini semoga menjadi pemicu untuk kita semangat dalam melakukannya, kemudian semoga semakin timbul rasa cinta kita kepada syariat Islam lainnya dan mampu menularkannya ke masyarakat, sehingga terciptalah msyayrakat Rabbani yang semoga jadikannya sebab turunnya rahmat Allah kepada kita semua, aamiin ya robbal alaamiin

barakallahfiiikum



Baca Juga Artikel Kami yang Lain:

1

Doa Menyembelih hewan aqiqah | aqiqah jogja | 081390512085

DOA MENYEMBELIH HEWAN AQIQAH

Ada beberapa doa yang bisa dibaca saat menyembelih aqiqah. Doa yang disunnahkan saat menyembelih hewan aqiqah adalah dengan membaca:
بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن
Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan
(Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dariMu dan untukMu. Ini adalah aqiqoh fulan)
Penyebutan ‘fulan’ diganti dengan nama anak yang diaqiqahi tersebut.
Hal ini sesuai hadits yang diriwayatkan al-Baihaqy dalam as-Sunan al-Kubro serta Abu Ya’la dalam Musnadnya :
....
Dan beliau bersabda: Sembelihlah dengan (juga) menyebut nama (anak yang akan diaqiqahi). Ucapkan: Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dariMu dan untukMu. Ini adalah aqiqoh fulaan).
Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Sakan dan dinyatakan sanadnya hasan oleh anNawawiy dalam al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. Diriwayatkan juga oleh Ibnul Mundzir dan dinyatakan hasan.


aqiqah jogja
Menyembelih hewan aqiqah - www.wahidaqiqah.com


Hal ini juga dikuatkan oleh sebuah pendapat seorang Tabi’i Qotadah, yang menyatakan:
يُسَمِّى عَلَى الْعَقِيقَةِ كَمَا يُسَمِّى عَلَى الأُضْحِيَّةِ : بِسْمِ اللهِ ، عَقِيقَةُ فُلاَنٍ
Mengucapkan bismillah saat (akan menyembelih) aqiqah sebagaimana mengucapkan bismillah pada binatang qurban,dengan mengucapkan: Bismillah, aqiqoh fulaan (riwayat Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih, para perawinya adalah rijal al-Bukhari dan Muslim) [SUMBER]

Namun kalaupun seseorang hanya mengucapkan Bismillah saat menyembelih aqiqah dan tidak melafadzkan niat bahwa aqiqah ini dari anak tertentu, maka yang demikian tidak mengapa.
Ibnul Mundzir menyatakan:
وإن نوى العقيقة ولم يتكلم به أجزأه إن شاء الله
Jika dia berniat aqiqah dan tidak mengucapkannya maka yang demikian sudah cukup baginya InsyaAllah (Tuhfatul Mauduud fii Ahkaamil Mauluud (1/93)).
aqiqah jogja
menyembelih hewan aqiqah - www.wahidaqiqah.com

selain dari doa, InsyaAllah di tempat kami; Wahid Aqiqah Jogja, ayah akan diajak share tentang tekhnik lain dari menyembelih hewan. jadi nanti ayah bisa menyembelih hewan sendiri dengan aman. Barakallahfiikum


Baca Juga Artikel Kami yang Lain:
- Dasar dan Hukum Aqiqah
- Tata Cara Aqiqah
- Syarat Hewan Aqiqah
- Waktu & Cara Penghitungan Hari Aqiqah
- Jumlah Hewan Aqiqah
- Pembagian Daging Aqiqah
- Menyembelih Hewan Aqiqah
- Aqiqah Jantan
- Hikmah Aqiqah