MENGUAK JEJAK PARA SAHABAT

PESONA SAHABAT RASULULLAH

Kisah kehidupan para Sahabat Nabi menghiasi panjangnya pentas lembar sejarah perjuangan umat Islam laksana bintang di langit yang menghiasi tabir malam. Persaudaraan mereka menyuburkan benih-benihi ketulusan dan dan ketinggian budi dan akhlak yang dapat di jadikan contoh suri tauladan oleh generasi sesudah mereka 

Pengorbanan mereka dalam menegakkan kalimah Allah tidak tersekat oleh batas-batas tempat dan waktu. Sejarah mereka menjadi kajian yang tak pernah habis untuk pendidikan  umat, dan selalu membangkitkan semangat membara di setiap insan yang mencita-citakan kehidupan bermartabat dan cemerlang

SAHABAT NABI; LENTERA UMAT

Segenap aspek kehidupan mereka adalah pedoman bagi umat untuk menjalani kehidupan terbaiknya. Kesabaran, kewara'an, dan ketawadhu'an menghiasi kepribadian mereka dalam menjalin hubungan dengan Rabuul 'Izzati, begitu juga dengan kasih sayang yang tersulam indah dalam jalinan silahturahmi dengan sesama insan

Merekalah manusia-manusia terbaik yang telah Allah pilih untuk menemani Rasul-Nya yang mulia. Rasullullah bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)



Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/7201-keutamaan-para-sahabat-nabi.html

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah pada masaku (yaitu generasi para sahabat Nabi Muhammad), kemudian yang sesudahnya (generasi tabi’in), kemudian yang sesudahnya (generasi tabi’ut tabi’in).” (HR Al-Bukhari no. 2509)

Mempelajari dan meneladani kisah-kisah Salafush shalih, generasi sahabat, serasa mengarungi samudra tak bertepi. berbagai keunikan dan fenomena hidup telah mereka jalani. dam kewajiban kita sebagai penerus adalah memetik keteladanan mereka. bersegera meraih kebaikan-kebaikan mereka dan mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa romantika para Sahabat Nabi

Pesona Sahabat

 

KEMULIAAN PARA SAHABAT

Seorang bijak menuturkan: "Tirulah, meskipun kalian tidak seperti mereka. Karena meniru orang-orang yang mulia adalah sebuah keberuntungan"

Jejak para Sahabat Rasulullah ini selalu menginspirasi kami sebagai tim Wahid Aqiqah dalam memberikan layanan kepada umat terkait ibadah Aqiqah. selalu memberikan yang terbaik, dan selalu memperbaiki diri untuk menyambut kembali kejayaan umat ini. Semoga Allah meridhoi. Aamiin ya robbal alaamiin

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Referensi: https://almanhaj.or.id/3448-keutamaan-sahabat-nabi.html
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Referensi: https://almanhaj.or.id/3448-keutamaan-sahabat-nabi.html
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Referensi: https://almanhaj.or.id/3448-keutamaan-sahabat-nabi.html
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Referensi: https://almanhaj.or.id/3448-keutamaan-sahabat-nabi.html

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)



Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/7201-keutamaan-para-sahabat-nabi.html

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)



Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/7201-keutamaan-para-sahabat-nabi.html

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)



Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/7201-keutamaan-para-sahabat-nabi.html

ISLAM SECARA KAFFAH

 LOGIKA DASAR

Sebetulnya tidak hanya beragama, dalam sesuatu hal pun seharusnya kita lakukan dengan totalitas. apapun itu. dalam pekerjaan, keluarga, bisnis dan bermasyarakat

Karena dengan totalitas yang telah kita lakukan akan mendapatkan feedback positif dari apa yang kita kerjakan. profesionalisme dalam pekerjaan, pemimpin yang solutif dan keluarga yang harmonis adalah hasil yang bisa tercipta dari totalitas kita

Begitupun dengan BerIslam. ia adalah Agama yang harus dipeluk dan dijalani secara menyeluruh, bukan hanya sebagian yang kita suka maka kita jalani, dan kita tinggalkan apa-apa yang tidak kita suka

Adalah salah satu contoh perintah untuk menegakkan agama Allah secara menyeluruh:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai kaum mukmin, ikutilah syari'at Islam itu seluruhnya. Janganlah kalian mengikuti bujukan-bujukan setan. Sungguh setan itu adalah musuh kalian yang nyata-nyata merugikan kalian. (QS Al-Baqarah (2) : 208)

ISLAM SECARA KAFFAH 
 

Di Indonesia sekarang banyak muncul Islam liberal. yaitu mengaku Islam tapi tidak mau di atur Syariat. Mengaku Islam tapi mencaci Haji, Tidak mau berhijab. dan tidak  mau dipanggil kafir tetapi tidak mau berpuasa Ramadhan

 

STANDAR ORANG BERIMAN

Padahal Allah  telah menetapkan standar untuk seseorang dipanggil beriman, yaitu:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Wahai Muhammad, demi Tuhanmu, orang-orang yang mengaku beriman itu tidak dapat begitu saja dikatakan beriman sehingga mereka mau mengikuti syari'at kamu dalam menyelesaikan perselisihan di antara mereka, mereka mau menerima keputusanmu tanpa keberatan, dan mereka mengikuti keputusanmu dengan sepenuh hati. (QS An-Nisaa' (4) : 65)

 

Dalam mengartikan ayat ini, seorang ulama, imam Syaukani. Beliau mengatakan ada ancaman.
Karena dalam ayat ini dikatakan syarat utama orang dikatakan beriman, yaitu dengan mengikuti syariat, menjadikan Nabi sebagai hakim (pemutus keputusan). Juga tidak adanya kesempitan hati dalam setiap keputusan. Dan mereka tunduk kepada keputusan itu lahir dan bathin


Semoga ayah bunda sekeluarga dan keluarga www.wahidaqiqah.com senantiasa dikaruniakan hati yang lapang untuk selalu taat dalam menjalankan Syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan. dan Allah berikan sebaik-baik balasan dengan Syurga. Aamiin ya robbal alaamiin


Keutamaan Menyantuni Anak Yatim | aqiqah yogyakarta | aqiqah klaten | aqiqah magelang | 081390512085


Ayah bunda tercinta, ada hadist yang menunjukkan betapa besarnya keutamaan dan pahala yang menanti bagi orang yang menyantuni anak yatim

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً
Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.
(HR. Bukhari )

Makna yang sangat dalam dalam hadist ini adalah sesiapa yang menyantuni anak yatim didunia akan menempati kedudukan yang tinggi di syurga, yaitu dekat dengan kedudukan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
Sedangkan artin "menanggung anak yatim" adalah dengan mengurusi dan memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, seperti halnya makan dan minum, pakaian, mengasuh, serta mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar

Ada beberapa hal utama sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang kadang simoang siur dalam kasus "anak angkat", diantaranya:
1. Larangan untuk menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya, hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آَبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ}
Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab: 5).
2. Anak angkat/anak asuh tidak berhak untuk mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya, hal ini berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti halnya anak kandung yang juga berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia.
3. Anak angkat/anak asuh bagaimanapun bukanlah mahram, sehingga tetap wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak asuh tersebut, sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.


Semoga semakin menambah khazanah keilmuwan dan menambah semangat untuk kita selalu dekat dengan anak yatim ya ayah bunda, barakallahfiikum

Siapa temanmu, itulah dirimu | aqiqah yogyakarta | aqiqah klaten | aqiqah magelang | 081390512085

Jika engkau ingin melihat seseorang, lihatlah siapa yang mengelilinginya

Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda

المرأ علي دين خليله

 "Seseorang itu akan terpengaruh oleh agama (akhlaq, aqidah dan pola pikir) orang terdekatnya"

Peribahasa Arab juga mengatakan :

عن المرأ لا تسأل وسل قرينه    فكل قرين بالمقارن يقتدي

 "Jika engkau ingin tahu sifat dari seseorang, janganlah tanya langsung kepadanya tetapi tanyalah (perhatikanlah) orang-orang terdekatnya. Karena setiap orang yang saling berteman dekat selalu saling mengikuti (perilaku dan sifatnya)"


Semoga Allah selalu kumpulkan kita dengan orang-orang yang shalih, di dunia dan di akhirat. Aamiin ya robbal alaamiin
Barakallahfiikum

Perniagaan yang melalaikan | aqiqah yogyakarta | aqiqah klaten | aqiqah magelang | 081390512085

Seiring bertambahnya ilmu ekonomi modern, dimana terapan dan upgrade kemampuan berbisnis dari masyarakat, menjadi salah satu faktor utama dalam mendongkrak pergeseran dari banyaknya prosentase masyarakat yang dulunya banyak di sektor pekerja sekarang menjadi seorang pedagang




Hal ini sangat menggembirakan, karena Rasulullah pernah bersabda,

أَطْيَبُ الْكَسْبِ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad, Al Bazzar, Ath Thobroni dan selainnya, dari Ibnu ‘Umar, Rofi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya).
Semoga dengan banyaknya masyarajat yang berdagang, semakin membuka kebarokahan untun negeri ini, hingga hidayah Islam semakin luas nantinya

Tidak hanya dari sisi SDM yang meningkat, tersedianya pasar-pasar yang potensial; seperti banyaknya supermarket, dan pasar tiban, juga dari market on line, semakin mendorong kemudahan masyarakat untuk mengeksplore dagangannya


Semoga dengan makin membaiknya ekonomi umat, semakin baij juga pemahaman akidahnya, kecintaan kita kepada syariat Allah. Karena jika kita sudah mencintai perdaganhan kita dan melupakan perjuangan dalam menegakkan agama ini, sesungguhnya adzab Allah telah menanti. Naudzubillah min dzalik



قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum mukmin: "Jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, kerabat-kerabat kalian, harta kekayaan yang kalian peroleh, perdagangan yang kalian khawatirkan kehancurannya, dan tempat-tempat tinggal yang kalian senangi, lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad guna membela agama-Nya, maka tunggulah turunnya adzab Allah menimpa kalian." Allah tidak memberi hidayah kepada kaum yang lebih mencintai kesenangan hidup di dunia daripada membela agama-Nya. (QS At-Taubah (9) : 24)


Semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat, menjadikan kita sebagai pedagang-pedagang yang kaya dan jujur, serta memberikan keistiqomahan kita sebagai mujahid pembela agama Allah hingga ajal tiba. Aamiin.
Barakallahfiikum

Jawaban yang membekas di hati | aqiqah yogyakarta | aqiqah magelang | aqiqah klaten | 081390512085

Jawaban terindah pada pemfitnah :
" Jika kau benar , semoga Allah mengampuniku .
Jika kau keliru , semoga Allah mengampunimu ."


 Jawaban terbaik pada penghina dan pencela kehormatan :
" Yang kau katakan tadi sebenarnya adalah pujian , sebab aslinya diriku lebih mengerikan ."


 Jawaban teragung pada caci maki dan kebusukan :
" Bahkan kalau ingin membalas , aku tak kuasa . Sebab aku tak punya kata - kata keji dan nista ." 


Terjawablah pujian :
" Moga Allah ampuni aib yang tak kau tahu , tak menghukumku sebab sanjunganmu , dan jadikanku lebih baik dari semua itu ."


 Jawaban termulia pada yang memuji :
" semoga Allah ampuni yang tak kau ketahui , semoga doamu membaikkan diriku dan dirimu ."


Barakallahfiikum

Ulang Tahun dalam Islam

Sikap Yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun

Sikap Yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun

Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang, manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan hari ulang tahun.

Nah sekarang, pertanyaan yang hendak kita cari tahu jawabannya adalah: bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun?

Jika hari ulang tahun dihadapi dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, atau makan besar, atau syukuran, dan semacamnya maka kita bagi dalam dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan dalam rangka ibadah. Misalnya dimaksudkan sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalam ada doa-doa atau bacaan dzikir-dzikir tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika demikian maka perayaan ini masuk dalam pembicaraan masalah bid’ah. Karena syukur, doa, dzikir, istighfar (pembersihan dosa), adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak paten Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]
Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)

Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا
Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]

Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Bahkan Allah Ta’ala menyebutkan ciri hamba Allah yang sejati (Ibaadurrahman) salah satunya,

والذين لا يشهدون الزور وإذا مروا باللغو مروا كراما
Yaitu orang yang tidak ikut menyaksikan Az Zuur dan bila melewatinya ia berjalan dengan wibawa” [QS. Al Furqan: 72]
Rabi’ bin Anas dan Mujahid menafsirkan Az Zuur pada ayat di atas adalah perayaan milik kaum musyrikin. Sedangkan Ikrimah menafsirkan Az Zuur dengan permainan-permainan yang dilakukan adakan di masa Jahiliyah.


Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tidak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan penganutnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22]
Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin –rahimahullah– menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.

Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dengan keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka” [Dinukil dari terjemah Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id].

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.
Wallahu’alam.
***
Rujukan:
Penulis: Yulian Purnama

Barakallahfiikum


------

^ KENAPA HARUS KAMI?
1. Hewan syar'i dari sisi usia & kriteria
2. Melihat 
Proses Penyembelihan
3. Masakan non MSG
4. Citarasa Masakan Enak
5. Ketepatan 
Waktu Pengantaran
6. Sertifikat dan Laporan Dokumentasi prosesi Aqiqah
7. Laporan Infaq Kulit
8. Free Pengantaran

= Insya Allah, Kami Layak Untuk Anda =

* Wahid Aqiqah *
Aqiqah siap saji | Qurban | Supplier Hewan | Rumah Jagal

^ Jl. Monjali no.138, Sleman, Yogyakarta
         Jebed Rt.03/08, Taman, Pemalang, JATENG
^ 0813-9051-2085
www.wahidaqiqah.com



Aqiqah | aqiqah Syar’i | aqiqah murah | catering aqiqah | paket nasibox aqiqah Aqiqah jogja | Aqiqah Jogjakarta | aqiqah pemalang | aqiqah pekalongan | aqiqah tegal | aqiqah aqiqah muntilan | aqiqah klaten | aqiqah sleman | aqiqah bantul

Kafilah Orang Shalih

Bismillahirrohmanirrohim


Bangunlah !!!!

Kita tdk bisa merubah yg telah terjadi
Juga tdk bisa menggariskan masa depan
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?
Atas apa yang sudah tdk bisa kita rubah

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak
Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

Kalau merasa jalan sudah makin sempit,
kembalilah kepada ALLAH yang Maha Mengetahui hal yang gaib
Dan ucapkan Alhamdulillah atas apa saja.
.
Kapal titanic dibuat oleh ratusan orang
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia


Taufik hanya dari ALLAH SWT
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga

Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.



Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah org2 shalih, Yang akan kembali ke tanah air yg sgt luas, di akhirat sana...
Jgn sia2kan waktumu di planet kecil ini..!


Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yg jauh,
Atau karena ditinggal orang tercinta,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di Akhirat

Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga sementara yang satu lagi masuk neraka…
.

بارك الله

--------


^ KENAPA HARUS KAMI?
1.
 Hewan syar'i dari sisi usia & kriteria
2. Melihat 
Proses Penyembelihan
3. Masakan non MSG
4. Citarasa Masakan Enak
5. Ketepatan 
Waktu Pengantaran
6. Sertifikat dan Laporan Dokumentasi prosesi Aqiqah
7. Laporan Infaq Kulit
8. Free Pengantaran

= Insya Allah, Kami Layak Untuk Anda =

* Wahid Aqiqah *
Aqiqah siap saji | Qurban | Supplier Hewan | Rumah Jagal

^ Jl. Monjali no.138, Sleman, Yogyakarta
         Jebed Rt.03/08, Taman, Pemalang, JATENG
^ 0813-9051-2085
www.wahidaqiqah.com


Aqiqah | aqiqah Syar’i | aqiqah murah | catering aqiqah | paket nasibox aqiqah Aqiqah jogja | Aqiqah Jogjakarta | aqiqah pemalang | aqiqah pekalongan | aqiqah tegal | aqiqah aqiqah muntilan | aqiqah klaten | aqiqah sleman | aqiqah bantul