BAHAYA MSG

APA ITU MSG?

MSG adalah zat kimia yang berfungsi untuk memperkuat rasa sebuah masakan. Dalam dunia medis disebut MONOSODIUM GLUTAMATE, yaitu senyawa yang berasal dari asam amino glutamat Umumnya ditambahkan dalam banyak bumbu penyedap agar rasa yang dihasilkan lebih tajam, gurih dan menggugah selera 

MSG banyak digunakan oleh restoran cepat saji atau industri makanan siap saji, seperti bumbu siap pakai, sup kalengan, dan mie instan. Meski kadang yang dicantumkan tidak tertulis MSG atau Monosodium Glutamate, namun dengan nama lain seperti hidrolyzed protein, Sodium Caseinate, dan nama lainnya

Baca Juga: Panduan Menyambut Kelahiran Bayi

 

bahaya MSG

Dampak MSG bagi Tubuh

Zat yang sangat penting dalam industri makanan ini, karena mampu menciptakan gairah rasa makan bagi para penggemarnya, ternyata mempunyai efek negatif, meskipun tiap-tiap orang berbeda dalam respon yang diterima, tergantung dari ketahanan dan sensitivitas tubuh masing-masing

Alergi, muntah dan pusing adalah respon dari efek negatif dari konsumsi MSG ini  yang berasal dari pembuluh darah yang menyempit ataupun melebar. Dimana reaksi pembuluh darah ini akan memicu aktivitas pada saraf otak, sehingga menyebabkan pusing kepala

 Tidak hanya itu, pemakaian MSG dalam jumlah yang banyak dan kurun waktu yang lama bisa mengakibatkan:

1. Kecanduan

MSG adalah zat kimia yang berguna untuk merangsang saraf, tentunya hal ini akan mengakibatkan kecanduan jika kita sering mengkonsumsinya. Hingga kita keinginan untuk makan akan lebih sering. tentunya, ini adalah rasa yang menjadi musuh besar para bunda dan umahat lainnya kan? :)

2. Menurunnya Fungsi Otak

MSG dalam jumlah konsumsi yang banyak, juga akan mengakibatkan menurunnya fungsi kognitif otak. Sehingga otak akan susah berkonsentrasi dan mudah lupa. Hal ini terjadi karena reseptor pada otak akan mendapat stimulasi yang berlebihan karena mendapat kadar glutamat yang terlalu tinggi. Bila hal ini terus terjadi dalam waktu yang lama, akan berakibat membunuh sel saraf pada otak yang berfungsi penting dalam fungsi kognitif otak


Baca Juga: Aqiqah dan Tuntunan Syariat di Dalamnya

 

bahaya MSG

Walaupun banyak juga penelitian yang menunjukkan bahwasanya konsumsi MSG ini aman, tetapi ada baiknya ayah bunda secara bijak harus membatasi penggunaannya. Mengatur porsi MSG dan selalu waspada akan dampak permanen dan jangka panjang adalah pilihan tepat untuk melindungi keluarga tercinta

 

AQIQAH SEHAT, ENAK & NON MSG

Wahid Aqiqah, Jasa Layanan Aqiqah Profesional Siap Saji Keluarga ayah bunda semua, alhamdulillah, setelah berorientasi utama pada Syariat untuk pelaksanaannya; dari pemilihan hewan serta penyembelihannya, dalam perihal masakan pun kesehatan dari ayah bunda pun menjadi orientasi selanjutnya

Pemilihan masakan Sehat serta Enak tanpa menggunakan MSG adalah spesialisasi utama kami. Tidak eneg dan tetap enak menjadi tajuk utama dalam kepuasan di setiap testimoni customer kami. Alhamdulillah

Bagi Ayah Bunda yang ingin konsultasi atau langsung order, jangan sungkan untuk menanyakan langsung ke Hotline kami +6281390512085 . Ayah bunda bisa Telfon, WA ataupun SMS. Atau bisa datang langsung ke kantor pusat kami di Jalan Monjali No.138, yogyakarta. 


barakallahfiikum

bahaya MSG



 

MENTAHNIK BAYI

PENGERTIAN MENTAHNIK

Mentahnik yaitu menempelkan kurma yang sudah halus ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir. Kurma ini biasanya dilumatkan terlebih dahulu untuk memastikan kelembutannya.

Salah satu tujun mentahnik adalah melatih  bayi untuk makan dan menguatkannya. Salah satu Hadist yang mendasarinya adalah

Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata, pernah dibawakan beberapa bayi kepada beliau,

فَيَدْعُو لَهُمْ بِالْبَرَكَةِ وَيُحَنِّكَهُمْ

Kemudian beliau mendoakan keberkahan untuknya dan mentahniknya.” (HR. Muslim)

Sunnah mentahnik ini dilaksanakan pada saat bayi baru lahir. Sehingga makanan tahnik inilah yang pertama kali masuk ke dalam lambungnya.

Al-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rahimahullah berkata, “Mentahnik dilaksanakan saat kelahiran sehingga apa yang ia makan adalah makanan yang ditahnikkan untuknya.” (Fatawa Nuur ‘ala al-Darb: 2/14)

Ibunda orang-orang mukmin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

“Dahulu, bayi-bayi biasa dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoaakan keberkahan untuk mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim no. 2147)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/9365-parenting-islami-19-mentahnik-bayi-baru-lahir-dan-mendoakan-keberkahan-untuknya.html

Ibunda orang-orang mukmin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

“Dahulu, bayi-bayi biasa dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoaakan keberkahan untuk mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim no. 2147)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/9365-parenting-islami-19-mentahnik-bayi-baru-lahir-dan-mendoakan-keberkahan-untuknya.html

Ibunda orang-orang mukmin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

“Dahulu, bayi-bayi biasa dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoaakan keberkahan untuk mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim no. 2147)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/9365-parenting-islami-19-mentahnik-bayi-baru-lahir-dan-mendoakan-keberkahan-untuknya.html

Ibunda orang-orang mukmin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

“Dahulu, bayi-bayi biasa dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoaakan keberkahan untuk mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim no. 2147)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/9365-parenting-islami-19-mentahnik-bayi-baru-lahir-dan-mendoakan-keberkahan-untuknya.html

Dari Abu Musa, beliau berkata,

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/919-hadiah-di-hari-lahir-1-mengunyah-kurma-tahnik-ke-mulut-si-bayi.html

Dari Abu Musa, beliau berkata,

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/919-hadiah-di-hari-lahir-1-mengunyah-kurma-tahnik-ke-mulut-si-bayi.html

Dari Abu Musa, beliau berkata,

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/919-hadiah-di-hari-lahir-1-mengunyah-kurma-tahnik-ke-mulut-si-bayi.html

Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah, "bahwasanya para pakar telah mengatakan kalau tahnik adalah mengunyah kurma atau semacamnya, kemudian menggosok-gosokkannya di mulut-mulut bayi yang baru lahir"

 

BACA JUGA: SUNNAH DALAM PENYEMBELIHAN


MAKANAN YANG DI GUNAKAN

 Makan utama untuk mentahik adalah kurma, tetapi kalau tidak ada kurma, bisa diganti dengan sesuatu yang manis seperti madu atau selainnya.

وأولاه التمر فإن لم يتيسر تمر فرطب وإلا فشيء حلو وعسل النحل أولى من غير

Dan yang lebih utama (ketika) mentahnik ialah dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr) maka dengan kurma basah (ruthab) . Dan kalau tidak ada kurma dengan sesuatu yang manis dan tentunya madu lebih utama dari yang lainnya (kecuali kurma).” (Fathul Baari: 9/558)

ternyata diperbolehkan mengganti dengan yang lain selain kurma jika kita tidak mendapatkannya 

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

كون التحنيك بتمر وهو مستحب ولو حنك بغيره حصل التحنيك ولكن التمر أفضل

Tahnik dilakukan dengan kurma dan hukumnya adalah sunnah (anjuran). Namun andai ada yang mentahnik dengan selain kurma, maka sudah dianggap pula sebagai tahnik. Akan tetapi, tahnik dengan kurma lebih utama.” (Syarh Muslim: 14/124)

dan madu adalah makanan yang paling utama sebagai pengganti kurma. Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah berkata,

يلعق العسل ساعة يولد

Dilumurkan madu saat ia lahir.” (Al-Mughni: 2/497)

 

Mentahnik bayi



ORANG YANG MENTAHNIK

Siapa orang mentahnik bayi yang baru lahir? Orang yang mentahnik boleh laki-laki ataupun perempuan. Sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Qoyyim Rahimahullah bahwa Iman Ahmad bin Hambal pernah memiliki anak dan yang mentahniknya adalah seorang wanita (Lihat Tuhfatul maudud, hlm 66)

Ada beberapa ulama yang menganjurkan untuk ditahnik kepada orang yang shalih diantara mereka, hal ini seperti diungkapkan oleh Imam Nawawi Rahimahullah (lihat Syarh Shahih Muslim, 14/110) dikarenakan dulu bayi-bayi yang baru dilahirkan, dibawa ke Rasulullah untuk di tahnik. namun ada beberapa ulama yang bertentangan dengan beberapa alasan. Salah satunya karena pada zaman para sahabat tidak dilakukan demikian, padahal para sahabat juga orang-orang yang shalih, dan paham akan syariat, yang tentu juga sudah semestinya kita jadikan contoh. Hal ini disampaikan oleh Imam Ibnu Hajar Rahimahullah dalam Fathul Bari 1/327. Dimana Mentahnik bayi yang diberikan kepada orang shalih hanya ditujuka nkepada keberkahan yang didapat oleh Rasulullah, tidak dengan manusia lainnya

Maka dapat kita simpulkan bahwasanya siapa saja dapat melakukan tahnik, tanpa kekhususan tertentu. termasuk orang tuanya, jika melakukan maka akan mendapatkan pahala sunnah tahnik, tanpa harus  mencapai derajad takwa dan keshalihan untuk mentahnik bayinya yang baru lahir. Wallahu a'lam bishowwab

 

sebagaimana disampaikan Ibnul Qayyim rahimahullah bahwa Imam Ahmad bin Hambal pernah memiliki anak dan yang mentahnîknya adalah wanita. (Lihat Tuhfatul Maudûd, hlm. 66)

Referensi: https://almanhaj.or.id/5574-tahnk-bayi.html

 RAHASIA MEDIS MENTAHNIK BAYI

Dalam dunia medis, tahnik disebut sebagai imunisasi alami. Secara ilmiah, hal ini telah dilakukan oleh seorang dokter dari Semarang, dimana disampaikan oleh www.rs-alirsyadsurabaya.co.id , beliau bernama dr. Susilo Rini, dalam penelitiannya itu menyimpulkan bahwa ada stem cell yang berada di sekitar mulut bayi di tempat tumbuhnya gigi dan di langit-langit mulut. Dimana stem cell berfungsi untuk mematangkan sistem imunitas secara alami serta mengendalikan sistem kekebalan tubuh. Jadi stem cell ini secara alami tidak dapat berfungsi kecuali dengan scrubbing (menggosok-gosoknya) di langit-langit mulut bayi. Stem cell ini juga terdapat pada sinar matahari dan air susu ibu (ASI). Tetapi yang paling utama itu terdapat di langit-langit mulut bayi

Didalam penelitian Dokter Rini tersebut, juga ada zat yang bernama sialic acid, zat ini berupa glikoprotein yang terkandung dalam air liur atau saliva yang berfungsi sebagai penghadang mikroba dan mampu mengikat virus serta bakteri. Pada bayi jumlah sialic acid ini akan berfungsi dengan baik hanya jika setelah sepuluh hari bayi baru lahir. Karena itulah diperlukan dari luar tubuh si bayi. Karena, saat bayi itu baru lahir, hanya sedikit jumlahnya.

Lantas, bagaimana hubungannya dengan tahnik? 

Sebelum kita berbicara hubungannya antara stem cellsialicacid dan tahnik, kita perlu berbicara dahulu tentang kurma. Kurma seperti kita tahu itu adalah makanan yang tinggi kandungan karbohidratnya dan banyak vitamin-vitamin lain, dimana kita meyakini bahwa kurma itu juga adalah salah satu buah terbaik, karena disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Buah kurma merupakan salah satu buah yang disebutkan beberapa kali di dalam Al-Quran. Selain itu, kurma adalah buah dari pohon yang disamakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan seorang mukmin dan juga karena manisnya

Oleh karena bayi yang baru lahir memiliki kandungan zat gula “glukosa” sangat kecil dalam darahnya, maka buah kurma menjadi bahan utama untuk mentahnik bayi karena memiliki kandungan karbohidrat yang jika dikunyah dan bercampur dengan air ludah akan berubah menjadi glukosa. Pemberian kurma ini juga merupakan metode pematangan organ limfoid baik lokal/Sistemik. Limfoid itu adalah kelenjar limfe yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

Tahnik, Membantu Bayi Prematur

Bayi yang baru lahir, apalagi jika lahir premature, tanpa diragukan lagi sangat membutuhkan solusi cepat, yaitu memberikan zat gula. Dan kini, Alhamdulillah banyak rumah sakit memberikan kepada bayi dan anak-anak, glukosa agar dihisap oleh sang bayi atau anak kecil langsung setelah lahir, kemudian baru setelah itu, mulailah sang ibu menyusuinya.

Hadits-hadits Nabi shalallaahu ‘alaihi wa salam yang mulia yang berkenaan dengan tahnik sesungguhnya telah menjadi pintu pembuka cakrawala pengetahuan dunia dalam hal menjaga dan merawat anak dan bayi, khususnya bayi yang lahir dalam keadaan  premature, karena sang bayi memiliki kandungan kadar gula glukosa yang sangat kecil dalam darahnya.

Metode Tahnik kurma ini  juga sekaligus menjadi mukjizat kenabian Muhammad shalallaahu alaihi wa sallam secara medis, padahal hal itu tidak pernah diketahui sebelumnya, baik pada zaman beliau hidup ataupun pada zaman-zaman sekarang, kecuali setelah dilakukannya sejumlah penelitian pada abad 20-an ini


BACA JUGA: HIKMAH AQIQAH

HIKMAH MENTAHNIK BAYI

Meski tidak tertulis secara terperinci dari hikmah mentahnik bayi, namun beberapa hal bisa kita ambil dari hikmah metode mentahnik bayi ini:

 

1.  Mengikuti Sunnah Rasulullah agar memberikan sesuatu yang manis dalam perut bayi yang lahir

Dimana secara ilmiah, mentahnik bayi ini sudah kita bahas dari paragraf diatas bahwasanya sangat berguna bagi tumbuh kembang bayi yang baru lahir

 

2. Mentahnîk juga dapat memperkuat otot-otot mulut bayi yang baru lahir dengan gerakan lidah dan langit-langit dan kedua tulang rahang dengan gerakan-gerakan saat menikmati rasa manis, sehingga sang bayi siap untuk mengisap air susu ibunya dengan kuat dan alami. [Tarbiyatul Aulâd fil Islâm 1/71, dinukil dari Ahkâm al-Maulûd, hlm. 113]

 

3. Mentahnîk bisa melatih serta menguatkan sang bayi untuk makan [Lihat Fathul Bâri 9/588).  

 

4. Serta Rasa manis akan cepat masuk kedalam liver dan khususnya apabila dari Ruthab atau kurma, sehingga akan lebih mudah diterima dan bermanfaat besar bagi liver [Lihat Ahkâm al-Maulûd, hlm. 113) 

Demikian bahasan kita untuk bagaimana tatacara Mentahnik Bayi, bagi Ayah bunda kami dari tim Wahid Aqiqah juga menyediakan Madu Asli dengan jaminan Murni 100% yang berasal dari Hutan Sialang Riau, dimana madu ini bisa ayah bunda pergunakan sebagai pengganti untuk Mentahnik jikalau kurma tidak ayah bunda dapatkan

Semoga Artikel ini bermanfaat. Barakallahfiikum

 

 

Artikel Terkait:
4. Mentahnik Bayi 

 


LARANGAN PEMBERIAN NAMA DALAM ISLAM

NAMA ADALAH PENGHARAPAN

Nama tidak hanya identitas bagi seseorang, tetapi juga merupakan sebuah doa yang di sematkan dari keluarga tercinta, pengharapan agar sang bayi kelak tumbuh besar dan sukses menjadi seperti yang diharapkan keluarga dan kemudian menjadi kebanggaan keluarga di dunia dan akhirat


Sesungguhnya kamu sekalian akan diseru/dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapa kamu. Oleh demikian, elokkanlah nama-nama kamu. (HR. Imam Abu Daud dari Abu Dardak ra.)

 

Baca Juga: Daging Aqiqah, Mentah atau dimasak?

nama anak


NAMA-NAMA YANG DILARANG

Pemberian nama kepada anak juga harus berhati-hati, karena ada beberapa nama yang di larang oleh Nabi Muhammad SAW karena beberapa hal. Apa saja nama yang dilarang itu?


1. Menggunakan nama-nama Allah SWT [contoh: Rahman, Rahim, Kholiq, dan sebagainya]. kecuali sudah diberi tambahan dan tidak berdiri sendiri [contoh: Abdurrahman, Abdurrahim]

2. Menggunakan nama-nama penghambaan kepada selain Allah. [contoh: menghamba kepada manusia, patung, gunung, dan sebagainya = Abdurrasul/hambanya Rasul, Abdun Nabi/hambanya Nabi, Abdul Uzza/hambanya uzza, Abdus Syamsu/hambanya matahari

3. Memberikan nama-nama berhala sesembahan selain Allah. Misal : Al-Lat dan Al-Uzza

4. Memberikan nama-nama yang sifatnya jelek. Contoh: Huyam dan Suham [Nama jenis penyakit pada Unta]

5. Memberikan nama-nama yang memuji [tazkiyyah] terhadap diri sendiri atau berisi kedustaan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Sesungguhnya  nama  yang  paling  dibenci  oleh  Allah  adalah  seseorang  yang  bernama Malakul Amlak (raja diraja),” (HR. Bukhori & Muslim).

6. Memberikan nama-nama dengan nama syaithon. misal: Al-Ajda' dan lain sebagainya 


MENGGANTI NAMA SESEORANG

Lantas bagamana jika nama sudah diberikan kepada anak kita, sedangkan ketika sudah besar kita baru tahu hukumnya?

Islam menganjurkan agar seseorang mengganti namanya jika ia mengandung arti keburukan dan diharamkan

Hal ini dijelaskan di dalam Kitab Tanwirul Qulub sebagai berikut:

وَيَجِبُ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمُحَرَّمَةِ وَيُسْتَحَبُّ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمَكْرُوْهَةِ.

Artinya, “Mengubah nama-nama yang haram itu hukumnya wajib, dan nama-nama yang makruh hukumnya sunah,” (Syekh M Amin Al-Kurdi, Tanwirul Qulub, [Beirut, Darul Fikr: 1994 M/1414 H], halaman 234).

 

Tetapi, sepanjang nama kita tidak termasuk dalam catatan nama-nama yang diharapkan, dan meskipun tidak mempunyai nama yang berisi kebarokahan doa, karena mungkin ada pertimbangan dari orang tua kita dalam memberikan nama; mungkin berisi arti positif dalam bahasa lokal, atau dulu pemahaman orang tua dalam bab agama belum luas seperti sekarang, hendaknya nama kita pertahankan, sebagai salah satu bentuk terimakasih kita kepada mereka.

 

Baca Juga: Jumlah Hewan Aqiqah

KONSULTASI & DOA BAGI AYAH BUNDA

Kami dari Wahid Aqiqah pun selalu memperbaiki layanan, konsultasi dan senantiasa teriring doa, agar ayah bunda mendapat inspirasi nama yang terbaik untuk putra/i tercinta, dan semoga di dalamnya juga terdapat doa dan kebarokahan bagi putra/i ayah bunda tercinta


Barakallahfiikum



Artikel Terkait:
4. Mentahnik Bayi 

 

Hikmah Aqiqah | Aqiqah jogja | 081390512085

Hikmah dan Manfaat Aqiqah




|Ayah bunda,  ternyata banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari aqiqah yang kita laksanakan, tentunya selain bukti cinta kita kepada Allah dan RasulNya

Apa saja Hikmah Aqiqah yang bisa kita dapatkan, berikut uraiannya;


1.        Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam hal meneladani Nabiyyullah Ibrahim AS tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS


       Sebagai umat beragama, salah satu tujuan kita adalah diberikannya karunia dari Allah sebagai salah satu pewaris syurga. dan kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW telah dijanjikan untuk masuk syurga, kecuali yang enggan karena tidak mau melaksanakan sunnahnya

      semoga, dengan kita melaksanaan aqiqah ini, kita termasuk menjadi bagian umat yang beruntung, mendapatkan syafaat dari Rasulullah dan menjadi umat yang dijanjkan syurga, aamiin




. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ummatku akan masuk Surga, kecuali yang enggan.” Mereka (para Shahabat) bertanya: “Siapa yang enggan itu?” Jawab beliau: “Barangsiapa yang mentaatiku pasti masuk Surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.”

2.       Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan daripada kotoran dan juga syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, 


     Dari Sulaiman ibn Amir Adh Dhaby radluyallahu Anhu berkata: Rasulullah saw bersabda: “anak yang baru lahir hendaknya diaqiqahi, alirkanlah darah (sembelihlah kambing) dan hilangkanlah kotoran serta penyakit yang menyertai anak tersebut (cukurlah rambutnya).”
     (H.R. Bukhori dalam shahihnya secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad) dan Thahawi menilai hadits itu sebagai hadits maushul. Hadits itu juga diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi)



      dari hadist diatas menunjukkan manfaat dan tujuan dari aqiqah, selain melindungi nya secara fisik, yaitu menghilangkan kotoran dan penyakit yang menempel dengan mencukur rambut bayi yang di aqiqahi, dimana hal ini adalah salah satu Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah,  aqiqah juga berfungsi untuk melindungi  dari gangguan syaithan yang ada
       
       dan ini sesuai dengan makna dari hadits, yang artinya: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.” . 

       Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah akan lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. 
      
       Hal ini yang dimaksud oleh Al Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah  “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya”.


aqiqah jogja
Hikmah Aqiqah - www.wahidaqiqah.com

3.       Aqiqah juga merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak di hari perhitungan.


ada beberapa ulama yang berbeda pendapat mengenai hal ini (mendapatkan syafaat) dikarenakan telah mengaqiqahkan anak kita, pendapat tersebut antara lain:


A. syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. 

     Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.
Pendapat ini diriwayatkan dari Atha al-Khurasani – ulama tabi’in – dan Imam Ahmad. Al-Khithabi menyebutkan keterangan Imam Ahmad.
قال أحمد : هذا في الشفاعة يريد أنه إن لم يعق عنه فمات طفلاً لم يُشفع في والديه
Menurut Imam Ahmad, hadis ini berbicara mengenai syafaat. Yang beliau maksudkan, bahwa ketika anak tidak diaqiqahi, kemudian dia meninggal masih bayi, tidak bisa memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya. (Ma’alim as-Sunan, 4/285)
Semetara keterangan dari Atha’ al-Khurasani diriwayatkan al-Baihaqi dari jalur Yahya bin Hamzah, bahwa beliau pernah bertanya kepada Atha’, tentang makna ‘Anak tergadaikan dengan aqiqahnya.’ Jawab Atha’,
يحرم شفاعة ولده
“Dia (ortu) tidak bisa mendapatkan syafaat anaknya.” (Sunan al-Kubro, al-Baihaqi, 9/299). SUMBER
B. Orang yang tergadai adalah orang yang tertahan, kemungkinan disebabkan oleh perbuatannya sendiri atau perbuatan orang lain

Adapun orang yang tidak memohonkan syafa’at untuk orang lain tidak disebut ‘tergadai’ sama sekali. Bahkan orang yang tergadai adalah orang yang tertahan dari urusan yang akan dia raih, namun hal itu tidak harus terjadi dengan sebab darinya, bahkan hal itu terjadi terkadang disebabkan oleh perbuatannya sendiri atau perbuatan orang lain. 
Dan Allah Azza wa Jalla telah menjadikan aqiqah terhadap anak sebagai sebab pembebasan gadainya dari setan yang telah berusaha mengganggunya semenjak kelahirannya ke dunia dengan mencubit pinggangnya. 
Maka aqiqah menjadi tebusan dan pembebas si anak dari tahanan setan terhadapnya, dari pemenjaraan setan di dalam tawanannya, dari halangan setan terhadapnya untuk meraih kebaikan-kebaikan akhiratnya yang merupakan tempat kembalinya. 
Maka seolah-olah si anak ditahan karena setan menyembelihnya (memenjarakannya) dengan pisau (senjata) yang telah disiapkan setan untuk para pengikutnya dan para walinya.
Setan telah bersumpah kepada Rabbnya bahwa dia akan menghancurkan keturunan Adam kecuali sedikit di antara mereka. Maka setan selalu berada di tempat pengintaian terhadap si anak yang dilahirkan itu semenjak keluar di dunia. Sewaktu si anak lahir, musuhnya (setan) bersegera mendatanginya dan menggabungkannya kepadanya, berusaha menjadikannya dalam genggamannya dan pemahamannya serta dijadikan rombongan pengikut dan tentaranya.
Setan sangat bersemangat melakukan ini. Dan mayoritas anak-anak yang dilahirkan termasuk dari bagian dan tentara setan. Sehingga si anak berada dalam gadai ini. Maka Allah Azza wa Jalla mensyariatkan bagi kedua orang tuanya untuk melepaskan gadainya dengan sembelihan yang menjadi tebusannya. Jika orang tua belum menyembelih untuknya, si anak masih tergadai dengannya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
اَلْغُلاَمُ مُرْنَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ، فَأَرِيْقُوْا عَنْهُ الدَّمَ وَأَمِيطُواعَنْهُ الأَذَى
Seorang bayi tergadai dengan aqiqahnya, maka alirkan darah (sembelihan aqiqah) untuknya dan singkirkan kotoran (cukurlah rambutnya) darinya.
Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mengalirkan darah (menyembelih aqiqah) untuknya (si anak) yang membebaskannya dari gadai, 
jika gadai itu berkaitan dengan kedua orang tua, niscaya beliau bersabda :’Maka alirkan darah untuk kamu agar syafa’at anak-anak kamu sampai kepada kamu’. 
Ketika kita diperintahkan dengan menghilangkan kotoran yang nampak darinya (si anak dengan mencukur rambutnya) dan dengan mengalirkan darah yang meghilangkan kotoran batin dengan tergadainya si anak, maka diketahui bahwa itu untuk membebaskan anak dari kotoran batin dan lahir. [SUMBER]
Allah Azza wa Jalla lebih mengetahui maksud-Nya dan maksud Rasul-Nya’.

4.      Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) dan cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang telah dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.




Ibnul Qayyim:

الشكر ظهور أثر نعمة الله على لسان عبده: ثناء واعترافا، وعلى قلبه شهودا ومحبة، وعلى جوارحه انقيادا وطاعة

“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).

Anak adalah Asset. dimana menjadi tambang emas bagi kita seorang muslim, baik semasa kita hidup di dunia maupun nanti di akhirat. 
       Jika kita mendidik mereka dengan baik, dan mereka menjadi anak yang shalih/ah, yang hal ini pernah kita bahas dalam bab Parenting Nabawiyyah, tentunya mereka akan memuliakan kita di dunia, karena ketaatan mereka akan agamanya
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil” [Al-Isra : 24]
begitupun jika kita telah meninggal, anak yang shalih adalah sebagai ladang pahala yang akan terus menerus mengalir kepada kita orang tuanya
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ ﺃَﻭْ ﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim: 1631).
       maka dengan bentuk syukur kita atas kelahiran anak kita, dengan melaksanakan aqiqah, semoga Allah bentangkan lagi rahmatNya, dan menambahkan setiap kenikmatan kita di dunia dan juga di akhirat nanti
aqiqah jogja
Hikmah Aqiqah - www.wahidaqiqah.com


وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim: 7).

5.       Aqiqah juga sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

                  Pelaksanaan aqiqah juga menjadi syiar kita kepada masyarakat, dimana dengannya menunjukkan kecintaan kita kepada agama ini, gembira dengan Syariat Islam.
      dimana jika kemudian kegembiraan ini ditularkan kepada masyarakat sehingga masyarakat pun ikut mencintainya, tentunya ini menjadi bagian dari amal shalih kita

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

       Hal yang selain dari perwujudan kegembiraan kita akan syariat aqiqah ini adalah kegembiraan kita akan bertambahnya keturunan mukmin yang tentunya akan memperbanyak umat Rasulullah SAW, dimana hal ini akan menjadikan bahagia Rasulullah ketika melihat banyaknya umatnya

Dan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاشِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ
“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar]

6.      Aqiqah memperkuat dan mempererat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.


             Dengan melaksanakan aqiqah, dimana masakannya di bagi ke masyarakat, secara tak langsung akan menautkan hati serta memperkokoh persatuan dalam masyarakat itu sendiri
rasa persaudaraan akan terjalin dengan sendirinya, dimana antar masyarakat saling berempati dengan kebahagiaan dari anak yang baru dilahirkan oleh shohibul aqiqah

hal ini sesuai dengan firman Allah SWT

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Ali Imrân/3:103]
aqiqah jogja
Hikmah Aqiqah - www.wahidaqiqah.com

Hikmah dalam pelaksanaan aqiqah yang begitu luas dan banyak manfaat ini semoga menjadi pemicu untuk kita semangat dalam melakukannya, kemudian semoga semakin timbul rasa cinta kita kepada syariat Islam lainnya dan mampu menularkannya ke masyarakat, sehingga terciptalah msyayrakat Rabbani yang semoga jadikannya sebab turunnya rahmat Allah kepada kita semua, aamiin ya robbal alaamiin

barakallahfiiikum



Baca Juga Artikel Kami yang Lain:

1

Doa Menyembelih hewan aqiqah | aqiqah jogja | 081390512085

DOA MENYEMBELIH HEWAN AQIQAH

Ada beberapa doa yang bisa dibaca saat menyembelih aqiqah. Doa yang disunnahkan saat menyembelih hewan aqiqah adalah dengan membaca:
بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن
Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan
(Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dariMu dan untukMu. Ini adalah aqiqoh fulan)
Penyebutan ‘fulan’ diganti dengan nama anak yang diaqiqahi tersebut.
Hal ini sesuai hadits yang diriwayatkan al-Baihaqy dalam as-Sunan al-Kubro serta Abu Ya’la dalam Musnadnya :
....
Dan beliau bersabda: Sembelihlah dengan (juga) menyebut nama (anak yang akan diaqiqahi). Ucapkan: Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dariMu dan untukMu. Ini adalah aqiqoh fulaan).
Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Sakan dan dinyatakan sanadnya hasan oleh anNawawiy dalam al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. Diriwayatkan juga oleh Ibnul Mundzir dan dinyatakan hasan.


aqiqah jogja
Menyembelih hewan aqiqah - www.wahidaqiqah.com


Hal ini juga dikuatkan oleh sebuah pendapat seorang Tabi’i Qotadah, yang menyatakan:
يُسَمِّى عَلَى الْعَقِيقَةِ كَمَا يُسَمِّى عَلَى الأُضْحِيَّةِ : بِسْمِ اللهِ ، عَقِيقَةُ فُلاَنٍ
Mengucapkan bismillah saat (akan menyembelih) aqiqah sebagaimana mengucapkan bismillah pada binatang qurban,dengan mengucapkan: Bismillah, aqiqoh fulaan (riwayat Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih, para perawinya adalah rijal al-Bukhari dan Muslim) [SUMBER]

Namun kalaupun seseorang hanya mengucapkan Bismillah saat menyembelih aqiqah dan tidak melafadzkan niat bahwa aqiqah ini dari anak tertentu, maka yang demikian tidak mengapa.
Ibnul Mundzir menyatakan:
وإن نوى العقيقة ولم يتكلم به أجزأه إن شاء الله
Jika dia berniat aqiqah dan tidak mengucapkannya maka yang demikian sudah cukup baginya InsyaAllah (Tuhfatul Mauduud fii Ahkaamil Mauluud (1/93)).
aqiqah jogja
menyembelih hewan aqiqah - www.wahidaqiqah.com

selain dari doa, InsyaAllah di tempat kami; Wahid Aqiqah Jogja, ayah akan diajak share tentang tekhnik lain dari menyembelih hewan. jadi nanti ayah bisa menyembelih hewan sendiri dengan aman. Barakallahfiikum


Baca Juga Artikel Kami yang Lain:
- Dasar dan Hukum Aqiqah
- Tata Cara Aqiqah
- Syarat Hewan Aqiqah
- Waktu & Cara Penghitungan Hari Aqiqah
- Jumlah Hewan Aqiqah
- Pembagian Daging Aqiqah
- Menyembelih Hewan Aqiqah
- Aqiqah Jantan
- Hikmah Aqiqah